SEMARANG – Setiap hari, rata-rata terjadi enam kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah. Dari angka itu, setidaknya menelan enam korban meinggal.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono menuturkan, kasus kecelakaan masih didominasi sepeda motor. Pengendaranya, mayoritas usia pelajar atau kaum milenial.

Data Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, kejadian kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah pada tahun 2017 sebanyak 17.527 kejadian, sementara di tahun 2018 terjadi 19.016 kejadian.

“Kecelakaan lalu lintas tahun 2017 di bandingkan tahun 2018 ada kenaikan 8 persen,” paparnya, usai memimpin Apel Operasi Simpatik Candi 2019, Senin (29/4/2019).

Untuk menekan angka kecelakaan itu, pihaknya coba meningkatkan kesadaran berlalu lintas. Yakni dengan menggelar Operasi Simpatik Candi, terhitung mulai Senin (29/4/2019) hingga Minggu (12/5/2019) atau selama 2 pekan. Ini adalah operasi lalu lintas.  

“Operasi ini mengedepankan tindakan-tindakan simpatik, yang bisa memberikan kesadaran kepada pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas. Tentunya juga, untuk mematuhi aturan-aturan lalu lintas dengan kesadarannya, dan meningkatkan disiplin berlalu lintas,” terangnya.

Menurutnya, masalah keselamatan dan kecelakaan lalu lintas, menjadi perhatian semua pihak tidak hanya kepolisian tapi juga pemerintah daerah setempat.

Sehingga, para pemangku kepentingan harus lebih bersinergi mengambil langkah-langkah bagaimana menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Lebih lanjut Condro menjelaskan, masyarakat juga diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang berlaku. Termasuk, saat masuk libur dan arus mudik balik Lebaran nanti.

“Sebentar lagi kita masuk Ramadan dan dilanjut Lebaran. Tentu ada Operasi Ketupat Candi 2019. Operasi pengamanan Lebaran dari sekarang harus betul-betul diperhatikan, angkutan-angkutan Lebaran akan menjadi target operasi dan dicek kesiapan laik jalannya,” tandasnya. (ajie mahendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here