Palu Hakim Harus Ciptakan Keadilan dan Keadaban

0
98

*Rumah Pancasila “Ganti” 3 Bulan Gaji Mulyadi

KUDUSTim Rumah Pancasila dan Klinik Hukum ‘mengganti’ gaji 3 bulan kerja bagi Mulyadi, 46, seorang warga Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, yang menjadi pesakitan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kudus atas insiden kecelakaan lalu lintas yang menimpanya.

Mulyadi ini seorang tulang punggung keluarga. Satu-satunya orang yang bekerja di keluarganya, penopang ekonomi. Penghasilannya per bulan Rp1,2juta dari pekerjaannya sebagai buruh pemeras tahu.

Bantuan dana itu diberikan langsung tim Rumah Pancasila dan Klinik Hukum yang datang ke kediaman Mulyadi pada Senin (17/12/2018).

Uang sebesar Rp3,6juta diberikan, diterima oleh Kusniati yang tak lain adalah istri Mulyadi.

Keluarga itu otomatis tak punya pemasukan sejak Mulyadi ditahan. Sebab, satu-satunya tulang punggung keluarga itu mulai ditahan jaksa sejak bulan November 2018 untuk tiga bulan ke depan, sesuai vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kudus pada Rabu (12/12/2018) lalu.

Palu hakim memutuskan Mulyadi divonis 3 bulan penjara dan denda Rp5juta subsidair 1 bulan kurungan.

Hakim menganggap Mulyadi secara sah dan meyakinkan bersalah, melanggar Pasal 310 ayat (3) Undang-Undang nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang ancaman maksimalnya 5 tahun penjara. 

Pengamatan tim Rumah Pancasila dan Klinik Hukum di kediaman Mulyadi, rumahnya sangat sederhana. Rumah dari tembok dengan lantai dari keramik, perabot sederhana. Elektronika di sana hanya sebuah televisi.

Kusniati tampak sedih ketika menerima kedatangan kami. Beralaskan tikar, obrolan berlangsung. Kusniati tampak sangat terpukul dengan insiden yang menimpa suaminya.

“Kami cuma orang kecil, tidak tahu masalah seperti ini (hukum). Kami harap cepat selesai (bebas) biar bisa kumpul keluarga,” kata Kusniati yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang jahit ini.

Sang istri meminta agar urusan ini tidak diperpanjang, alias tidak mengajukan banding atas vonis yang menimpa suaminya. Mereka menerima.

Hanya berharap suaminya cepat menjalani masa pidana di penjara dan bebas Februari mendatang.

Kusniati ingin suaminya cepat kembali, hadir di tengah-tengah keluarga kecil mereka yang dikaruniai 2 anak.

Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Yosep Parera, mengatakan apa yang dilakukan pihaknya adalah sebagai perwujudan gotong royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di rumah Indonesia.

“Sesuai perintah Pancasila,” kata Yosep.

Jadi, yang punya rejeki berlebih bisa membantu sekitarnya. Dia berharap, langkah seperti ini juga ditiru oleh masyarakat Indonesia lainnya.

Tak Tepat

Sementara itu, Yosep yang juga berprofesi sebagai advokat ini berargumen vonis Mulyadi merupakan kesalahan hukum. 

Undang-Undang LLAJ, sebut Yosep, dibuat agar semua pengendara di jalan raya lebih berhati-hati sehinggga tidak menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Tak terkecuali makna yang terkandung pada Pasal 310 itu.

“Kehadiran pasal ini bukan untuk menghukum orang, yang apabila terjadi kecelakaan dengan melibatkan kedua belah pihak, mereka telah sepakat berdamai, maka perkaranya tidak perlu sampai ke ranah hukum,” terangnya. 

“Kehadiran pasal ini bukan untuk menghukum orang, yang apabila terjadi kecelakaan dengan melibatkan kedua belah pihak, mereka telah sepakat berdamai, maka perkaranya tidak perlu sampai ke ranah hukum”

Terkait penahanan, Yosep berargumen, telah dijelaskan pada Pasal 21 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Di sana diatur dengan jelas syarat subjektif dan objektif apakah seorang pelanggar hukum perlu ditahan atau tidak. 

“Apakah di penjara terus Pak Mulyadi diajari menyetir?,” tanya Yosep. 

Menurutnya akan lebih penting jika memosisikan hukum sesuai filosofi Pancasila.

Di mana, hukum hadir untuk merawat dan membina seseorang untuk jadi lebih baik.

“Jadi hukuman yang tepat sebenarnya adalah percobaan, sesuai ketentuan Pasal 14 KUHAP. Aparatur penegak hukum diharapkan dapat memahami peraturan perundangan secara benar dengan mengerti filosofi dan nilai-nilai Pancasila,” tutupnya. (Sutrisno)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here