Para pemateri diskusi (dari kiri ke kanan): Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Yosep Parera, Ahli Hukum Pidana Bernard L Tanya, Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah Sosiawan, Penikmat Filsafat Armindo M Amaral.

SEMARANG – Ketua Informasi Provinsi Jawa Tengah, Sosiawan meminta, media massa dan masyarakat luas untuk menyebarkan semangat dan informasi yang mengedukasi terkait status pandemi Covid 19.

Ini berkaitan erat juga dengan permintaannya kepada pemerintah untuk berani membuka informasi detil pasien Covid 19 (Coronavirus Diseae).

“Tentunya dengan pertimbangan dan seizin pasien,” ungkap Sosiawan ketika digelar diskusi di Kantor Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Jalan Semarang Indah Blok D15/32, Kota Semarang, Sabtu pekan lalu.

Dia berargumen, jika pemerintah membuka informasi mengenai pasien, terutama pasien yang sembuh itu bisa menjadi rujukan media massa untuk menuliskan kisah-kisah mereka.

Jadi, sebut dia, informasi yang beredar di media massa tidak hanya berkutat pada kuantitas, seperti jumlah yang terinfeksi Covid 19 ataupun jumlah kematiannya.

“Di kondisi anomalis seperti ini, narasi-narasi positif yang menyebarkan semangat itulah yang diperlukan masyarakat luas, memberikan spirit kebersamaan, gotong royong masyarakat,” lanjutnya.  

Sementara posisi masyarakat, sebut Sosiawan, juga bisa ambil bagian dengan menyebarkan konten-konten baik berupa video maupun foto tentang semangat kebersamaan di media-media sosial.

“Di Tiongkok saat terjadi wabah ini, masyarakat saling menguatkan, memvideo disebarkan ke khalayak,” kata Sosiawan.

Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Yosep Parera berargumen, informasi yang disebar di media layaknya tidak membuat orang menjadi takut, cemas dan marah.

Dia menyebutkan pemerintah bisa menyebarluaskan semangat dengan menginformasikan keberhasilan dan semangat hidup sejumlah pasien yang berhasil sembuh.

“Agar masyarakat teredukasi, punya kewaspadaan sekaligus punya semangat,” ungkapnya.

Yosep berpendapat masyarakat yang seperti itu; teredukasi, waspada dan punya semangat amat penting dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.  

Penikmat filsafat, Armindo Moniz Amaral, punya argumen narasi-narasi yang berisikan semangat positif akan membuat jiwa-jiwa manusia menjadi kuat.  

“Menurut saya sumber daripada penyakit ini adalah ketika jiwa kita dalam kondisi tidak sehat, seperti selalu berpikir negatif, merasa takut, cemas, panik, dan marah. Takut karena virus corona itu wajar. Tapi kalau ketakutan yang berlebihan itu yang bisa membunuh kita, bukan coronanya,” terang Armindo.

Lebih lanjut Armindo menjelaskan bahwa ketakutan, kemarahan dan kecemasan yang berpengaruh pada kejiwaan seseorang ini bersumber pada informasi yang tersebar saat ini.

Maka, dirinya berharap informasi yang ada seharusnya berupa hasil olah intelektualitas berdasarkan metodologi dari pejabat Kementerian Kesehatan RI.

“Karena dalam hal ini merekalah yang memiliki kewenangan dan kewajiban menjelaskan secara rinci dari kasus ini secara terbuka, sehingga masyarakat juga semakin yakin dan cerdas dalam menyikapi wabah virus corona ini,” tandasnya.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here