Foto: Eka Setiawan
Kepala Lapas Kelas I Semarang Dadi Mulyadi (kiri) saat mendampingi Ketua Yayasan Persadani yang merupakan eks napiter Machmudi Hariono (tengah), dan anggota Persadani Sobri (kanan) saat diwawancari awak media, Rabu (15/4/2020)

SEMARANG – Rumah Pancasila dan Klinik Hukum bekerjasama dengan PT Proton Gumilang memberikan bantuan berupa penyemprotan desinfektan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang. Kegiatan hari ini Rabu (15/4/2020), Rumah Pancasila juga menggandeng Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani).

Penyemprotan dilakukan diseluruh ruangan yang ada di dalam Lapas termasuk blok-blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini pun disambut baik oleh Kepala Lapas Kelas I Semarang Dadi Mulyadi dalam upaya menanggulangi penyebaran virus corona (Covid-19) di lingkungan lapas.

“Upaya penanggulangan Covid-19 sudah kami lakukan sejak satu bulan lalu, kami berterima kasih kepada Rumah Pancasila yang sudah peduli kepada Lapas Kelas I Semarang dalam penanggulangan Covid-19 ini,” ungkap Dadi saat ditemui rumpan.id Rabu (15/4/2020) siang.

Selama ini sebut Dadi selain penyemprotan pihaknya juga sudah menyediakan sarana cuci tangan  dan cairan antiseptic atau hand sanitizer di sejumlah titik. Dadi juga sangat memperhatikan komposisi disinfektan yang disemprotkan, kali ini dirinya menyebut desinfektan yang digunakan adalah merk Antigermen Forte dengan dosis 10cc/Liter air.

“Iya untuk bahan desinfektan yang kami gunakan, tentunya sangat kami perhatikan apakah aman untuk kesehatan, kebetulan komposisi desinfektan yang kami semprotkan hari ini bahannya standar food grade, jadi aman jika mengenai makanan dan juga kulit,” terangnya.

Lebih lanjut dadi menjelaskan bahwa pihaknya juga sangat  mengapresiasi kepada Rumah Pancasila yang sudah melibatkan dan memberdayakan mantan narapidana terorisme yang tergabung di Yayasan Persadani dalam kegiatan bakti sosial ini.

“Mereka (mantan napiter red.) setelah keluar statusnya sama dengan masyarakat yang lainnya, sehingga diharapkan mampu melaksanakan fungsi sosial. Dengan terlibat langsung kegiatan sosial seperti ini tentunya sangat berguna bagi kami, apa lagi mereka ini kan dulunya juga pernah tinggal di Lapas, jadi sedikit banyak tau tentang kehidupan WBP yang ada disini, walaupun dulu dengan sekarang kondisinya sedikit berbeda”tegasnya.

Foto: Erna Virnia
Anggota Yayasan Persadani Sobri bersama dengan tim teknisi dari PT Proton Gumilang saat menyemprot desinfektan di blok-blok hunian warga binaan pemasyarakatn (WBP) Lapas Kelas I Semarang, Rabu (15/4/2020)

Sementara itu Ketua Persadani Machmudi Hariono alias Yusuf menyampaikan rasa terima kasih kepada Rumah Pancasila karena sudah dilibatkan secara langsung dalam kegiatan penyemprotan desinfektan di dalam lapas.

Yusuf mengaku bahwa yayasan Persadani ini baru dibentuknya sekitar dua bulan lalu. Keberadaan Persadani ini juga disebut ingin memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan turut membantu pemerintah dalam bentuk kegiatan positif salah satunya upaya pencegahan Covid-19 ini.

“Kami berusaha aktif dan berkontribusi kepada siapapun termasuk program pemerintah, seperti memberikan fasilitas kesehatan kepada WBP berupa penyemprotan desinfektan di Lapas Semarang ini, harapan kami apa yang kami lakukan ini dapat memotivasi mantan napi lain untuk melakukan hal yang sama,” terangnya.

Yayasan Persadani sendiri merupakan suatu wadah yang beranggotakan sekitar 20an eks narapidana kasus terorisme yang ada di wilayah Jawa Tengah.

Adapun kegiatan yang sudah dilakukan Persadani selama ini sebut Yusuf meliputi kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat dalam upaya mewujudkan kemandirian ekonomi, pendampingan terhadap keluarga dan warga binaan terkait hak dan kewajibannya.

“Kebetulan kami bersama Rumah Pancasila selama ini sudah membimbing dan mengkoordinasi sekitar 20-an eks napiter, tentunya jumlahnya akan terus bertambah mengingat setiap tahunnya juga banyak yang bebas, kemudian kami mencoba untuk merangkulnya bergabung bersama kami agar tidak mengulang perbuatannya lagi,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here