Gereja Baptis Indonesia (GBI) di bilangan Tlogosari Semarang yang masih dalam proses pembangunan. Pembangunan terpaksa terhenti karena ada penolakan dari warga sekitar.

SEMARANG – Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) menyayangkan ada warga yang menolak pembangunan Gereja Baptis Indonesia (GBI) di wilayah Tlogosari Semarang. Apalagi, saat ini proses pembangunan gereja sudah setengah jalan.

Koordinator Pelita, Setyawan Budy, menuturkan, penolakan ini warga sekitar atas pembangunan GBI ini larena diduga IMB yang telah terbit, bermasalah.

“Katanya, IMB itu terbit atas upaya salah satu warga saat itu. Kira-kira tahun 90an. Nah setelah IMB terbit dan sekarang dibangun gereja, ditolak oleh warga. Kalau memang warga menolak harusnya bisa ajukan gugatan ke PTUN terkait IMB yang diduga bermasalah,” paparnya, Senin (18/11/2019).

Sebenarnya, lanjutnya, sudah ada mediasi dari Pemkot Semarang terkait rencana keberadaan gereja. “Dari hasil mediasi tersebut ada beberapa opsi. Pertama, jemaat gereja nantinya bisa pakai di fasilitas umum milik pemkot. Kemudian kalau tidak bisa menempuh upaya hukum bagi yang menolak pembangunannya,” tegasnya.

Koordinator Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA), Tedi Kholiludin, menambahkan, pihaknya menghargai pendapat warga sekitar yang menolak. Tapi dasarnya harus jelas. Jika memang menganggap IMB bermasalah, warga harus diajukan upaya gugatan ke PTUN.

“Kami tidak bisa menyatakan keberatan atas dasar yang kurang kuat. Di negara hukum haruslah ada aspek hukum yang melandasi keberatan atau penolakannya. Dibuktikan secara hukum. Kalau memang IMB bermasalah terbukti bermasalah, ya bisa ditindak. Kalau tidak ya harus dihormati,” tuturnya.

Dia pun mengkritisi Pemkot Semarang terkait mengatasi masalah ini. Sebab, jika dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi persoalan sosial yang sulit diselesaikan.

“Pemkot Semarang harusnya juga mematuhi produk hukum yang telah ada, yakni IMB yang sudah terbit. Kalau pemerintah masih mengesampingkan hal tersebut bisa muncul kebingungan,” tandasnya. (ajie mahendra)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here