DOKUMENTASI BNPB
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional dr. Reisa Broto Asmoro saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Sabtu (4/7/2020) malam.

JAKARTA – Sekolah di zona hijau atau di wilayah yang tidak terdapat kasus Covid-19 dipertimbangkan untuk dimulai pembelajaran tatap muka secara bertahap, namun dengan sejumlah persyaratan.

Pembukaan sektor pendidikan harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari pemerintah daerah setempat dan memenuhi standar kesiapan pembelajaran tatap muka.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, proses pembelajaran juga wajib mengikuti protokol kesehatan yang ditentukan.

Reisa mengatakan, apabila gugus tugas nasional menyatakan sebuah daerah masuk kategori zona hijau, kepala daerah dapat mengizinkan pembelajaran tatap muka di daerahnya.

“Sekolah tetap harus mampu penuhi semua daftar periksa, dan siap pembelajaran tatap muka,” kata Reisa saat melakukan konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Sabtu (4/7).

Ia mengatakan, pihak sekolah harus menyediakan sarana sanitasi seperti, toilet bersih, tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan desinfektan. Kedua, tersedia akses fasilitas pelayanan kesehatan. Ketiga, siap menerapkan area wajib masker di sekolah.

Selanjutnya, memiliki alat pengukur panas untuk mengetahui suhu tubuh warga sekolah. Kelima, mampu memetakan warga sekolah yang tidak boleh melakukan kegiatan di sekolah, yaitu yang memiliki kondisi medis penyerta atau komorbid. Kemudian, yang tidak memiliki akses transportasi yang menerapkan jaga jarak.

Keenam, membuat kesepakatan bersama komite sekolah untuk memulai pembelajaran tatap muka, dan tentunya orangtua harus menyetujui pembelajaran tatap muka.

Di samping itu, orang tua atau wali murid juga harus memeriksa kesiapan kesehatan anak-anak. Mereka perlu dipastikan bisa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Jangan memaksa. Pastikan siap secara fisik, mental, lahir, dan batin,” imbuhnya.

Reisa menegaskan, Ketua Gugus Tugas Letjen Doni Monardo berkomitmen untuk membuka kembali sekolah memulai kegiatan tatap muka, namun di tempat yang paling aman yaitu zona hijau tadi. Sedangkan wilayah dengan zona kuning, oranye dan merah belum dapat melakukan pembelajaran tatap muka.

Sejak pandemi diumumkan pada Maret 2020, lebih dari 90 persen siswa dan siswi harus belajar di rumah secara penuh. Terutama mereka yang tinggal di daerah risiko tinggi penularan Covid-19. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berusaha tetap menjaga kegiatan belajar mengajar berkualitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here