FOTO IST.
Kepala Sat Intelkam Polrestabes Semarang AKBP Guki Ginting (kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Ketua Yayasan Persadani Machmudi Hariono di Kota Semarang, Senin (8/6/2020).

SEMARANG — Kepolisian Resor Kota Besar Semarang (Polrestabes) Semarang terus bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga di Kota Semarang di era pandemi Covid-19 ini. Kali ini, mereka menyalurkan bantuan kepada para mantan narapidana terorisme (napiter) yang tergabung di Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani).

Bantuan yang disalurkan berupa 30 paket sembako. Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polrestabes Semarang, AKBP Guki Ginting menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis, diterima Ketua Yayasan Persadani Machmudi Hariono alias Yusuf.  

Guki menyerahkan bantuan secara simbolis diterima oleh Machmudi Hariono alias Yusuf di sekretariat Yayasan Persadani, Jatisari nomor 4 RT4/RW13, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Guki menyampaikan 30 paket sembako itu dibagikan kepada anggota Persadani yang bertempat tinggal di Kota Semarang.

Sementara itu, Yusuf menyebut bantuan seperti ini bisa memberikan solusi sementara kepada anggotanya yang terdampak Covid-19 secara ekonomi.

“Sudah dibagikan ke anggota Persadani dan staf-stafnya,” kata Yusuf kepada rumpan.id via telepon, Selasa (9/8/2020).

Selain Yusuf, pada kegiatan Senin siang sekira pukul 13.00 WIB itu, hadir pula 4 orang anggota Yayasan Persadani lainnya; Badawi Rachman, Sri Puji Mulyo Siswanto, Nur Afifudin dan Harry Setya Rachmadi. Mereka adalah para pengurus yang tinggal di Kota Semarang.  

Yusuf menyebut yayasan tersebut sengaja didirikan untuk menampung aspirasi teman-temannya sesama mantan napiter. Mereka juga bekerjasama dengan berbagai pihak dengan harapan bisa memberikan hidup yang lebih baik.

“Untuk membimbing, mendampingi dan melatih, tentunya kegiatan-kegiatan yang positif,” tambahnya.  

Yusuf menyampaikan, saat ini Persadani telah memiliki anggota sebanyak 24 orang di wilayah Jawa Tengah di luar wilayah Solo, termasuk di wilayah Yogyakarta juga saat ini masih dilakukan pendekatan.

Selain kerjasama, Yayasan Persadani juga telah melakukan berbagai kegiatan mandiri untuk kerja-kerja kontra radikalisme.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here