FOTO DOK. POLDA JATENG
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar F Sutrisna didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Budi Haryanto menyampaikan keterangan pers kepada wartawan, Rabu (20/11/2019).

SEMARANG – Petugas Subdirektorat III Kejahatan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah membekuk komplotan perampok truk barang. 

Para pelaku ditembak kakinya sebab melawan saat hendak ditangkap. Komplotan ini juga melibatkan 2 narapidana yang tengah menjalani hukuman di penjara. Mereka mengotaki perampokan ini.

Modusnya, melumpuhkan sopir, membawa kabur truk dan menjual muatannya. Kerugiannya sekira Rp400juta.

Para perampok itu; Ali Jayadi,37, warga Jombang Jawa Timur; Suprapto alias Yanto,39, warga Mojokerto Jawa Timur, Ikhsan alias Tarigan warga Medan Sumatera Utara.  Sementara 2 napi yang terlibat yaitu; Wawan alias Wawe,55, napi yang ditahan di Lapas Pati dan Jamal,55, napi yang ditahan di Lapas Semarang alias Lapas Kedungpane.

“Perampokan terjadi di Jalan Lingkar Demak di Desa Kendaldoyong, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutrisna di Mapolda Jateng, Rabu (20/11/2019) siang.

Perampokan terjadi pada Minggu, 4 November 2019 sekira pukul 00.30 WIB. Sopir truk yakni Philipus Minta ketika itu sedang beristirahat di Jalur Lingkar Demak, menepikan truk.

Dia berangkat dari gudang ekspedisi di Surabaya Sabtu 3 November sekira pukul 13.00 WIb. Tujuannya Jakarta. Muatannya berbagai barang, di antaranya earphone, baterai, sendok, lampu LED, HT, alat-alat pertukangan hingga suku cadang sepeda motor.

“Pelaku ada yang menaiki truk mencekik sopir, ada yang menutup mata dengan lakban, mengikatnya dengan tali,” lanjut Iskandar.

Oleh para pelaku, truk diambil alih, dibawa kabur. Sopir yang masih dalam ancaman saat itu masih di dalam truk, sebelum dibuang di pinggir jalan tepatnya di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Setelah ditolong warga, sopir akhirnya bisa melapor insiden yang menimpanya. Teregister LP/B/148/XI/2019/JATENG/SPKT Res Demak. 

Berbekal laporan sopir, polisi bergerak cepat hingga berhasil menangkap para pelakunya. Berbagai barang bukti juga diamankan polisi. 

“Para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP, ancaman hukumannya 9 tahun penjara dan maksimal 12 tahun,” tambah Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Budi Haryanto.

Dia menambahkan, dua napi yang terlibat itu punya peran mencari target, pengendali sekaligus mencarikan penadah. Mereka sendiri masuk penjara juga karena merampok.

Para pelaku ditahan di Mapolda Jawa Tengah untuk penyidikan lebih lanjut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here