FOTO RUMPAN.ID/EKA SETIAWAN
Ketua Prodi Ilmu Hukum UIN Walisongo Semarang, Briliyan Erna Wati (lima dari kanan) berfoto bersama para mahasiswanya dan advokat dari LPPH Rumah Pancasila dan Klinik Hukum sekaligus Law Firm Yosep Parera di Sekretariat LPPH Rumah Pancasila dan Klinik HUkum, Jalan Semarang Indah Blok D15/32, Kota Semarang, Jumat (5/7/2019).

SEMARANG – Ketua Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Briliyan Erna Wati, memberikan apresiasi terhadap Lembaga Pelayanan dan Penyuluhan Hukum (LPPH) Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang serta Law Firm Yosep Parera.

Pihaknya, sebut Erna, menilai kantor advokat itu representatif secara substansi maupun kualitatif untuk mendidik para mahasiswa hukum ataupun calon advokat tentang bagaimana nanti berkiprah dalam penegakan hukum.

“Jadi mengaplikasikan ilmu yang didapati di bangku kuliah,” katanya saat berkunjung ke Sekretariat LPPH Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, Jalan Semarang Indah Blok D15/32, Kota Semarang, Jumat (5/7/2019).

Erna ketika itu datang bersama para mahasiswanya berjumlah 9 orang, 8 di antaranya perempuan, untuk berdiskusi tentang persoalan hukum sekaligus menyampaikan ucapan terimakasih karena anak didiknya telah diperbolehkan magang di kantor tersebut.

Dia bercerita, pilihan anak didiknya untuk magang di LPPH Rumah Pancasila dan Klinik Hukum sekaligus Law Firm Yosep Parera, sangat disambut baik. Sebab, sepengetahuannya, kata Erna, kantor tersebut sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya.

“Dari beberapa perkara yang tertangani, baik perkara-perkara umum, tipikor (tindak pidana korupsi). Jadi saya kira perkaranya cukup kompleks. Saya kira ini dibutuhkan anak-anak dalam rangka implementasi ilmu yang didapat di perguruan tinggi,” lanjutnya.   

Ketika para mahasiswa itu magang di kantor pengacara tersebut, sebut Erna, tentunya bukan hanya ilmu yang diasah tapi juga sisi psikologis mereka. Sebab, selama magang, para mahasiswa hukum itu tentu juga ikut dalam beberapa sidang atas perkara yang ditangani. Apalagi juga dihadapkan problematika hukum yang terus berkembang.  

Selain itu, para mahasiswa hukum, khususnya calon advokat, diharapkan nantinya punya idola atau public figure sendiri. Jadi akan lebih bersemangat menimba ilmunya.

“Untuk menegakkan keadilan, tidak hanya membela siapa yang bayar tapi membela siapa yang benar.Saya kira Pak Yosep (Yosep Parera-Pendiri LPPH Rumah Pancasila dan Klinik Hukum sekaligus pimpinan Law Firm Yosep Parera), sudah jadi figur untuk itu,” bebernya.  

FOTO RUMPAN.ID/EKA SETIAWAN
Ketua Prodi Ilmu Hukum UIN Walisongo Semarang, Briliyan Erna Wati (tiga dari kiri) ketika berdiskusi dengan para advokat dari LPPH Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang sekaligus Law Firm Yosep Parera.

Sementara itu, Cecilia Novita Prameswari, salah satu advokat yang menemui rombongan dari UIN Walisongo tersebut, mengatakan para mahasiswa UIN itu magang sejak akhir Maret 2019 hingga 28 Juni lalu.

“Mereka dibagi, ada yang di bidang perdata ada pidana. Sempat ikut sidangnya juga walaupun tidak sampai putusan (karena waktunya tak cukup), kasus utang piutang, kasus penipuan dan penggelapan,” kata Vita sapaan akrabnya.

Menurut Vita, tidak hanya mahasiswa hukum UIN Walisongo yang pernah magang di LPPH Rumah Pancasila dan Klinik Hukum serta Law Firm Yosep Parera.

“Dulu ada juga dari Undip (Universitas Diponegoro), Unnes (Universitas Negeri Semarang). Yang datang ke sini, sharing, lebih banyak. Ada dari Untag (Universitas 17 Agustus) 1945 Semarang, ada dari Universitas Semarang (USM),” tambahnya.  (eka setiawan)

FOTO RUMPAN.ID/EKA SETIAWAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here