FOTO – FOTO RUMPAN.ID/TAFSIR RISKI F
Dewan Pengawas Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, Ignatia Sulistya Hartanti (tengah) di antara beberapa penerima bantuan pendidikan

SEMARANG – Jika biasanya ulang tahun dimeriahkan dengan pesta, lain bagi Dewan Pengawas Rumah Pancasila, Ignatia Sulistya Hartanti. Wanita yang akrab disapa Tanti ini memilih bagi-bagi bantuan pendidikan di hari ulang tahunnya ke-43.

Terhitung ada 23 siswa yang mendapatkannya. Prosesi penyerahan bantuan pendidikan tersebut digelar di Taman Tirto Agung, Kecamatan Banyumanik, Semarang, Rabu (11/9/2019) sore. Mereka ada yang masih sekolah di tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

“Kalau ulang tahun, biasanya dimeriahkan dengan pesta makan-makan. Tapi saya coba dengan berbagi untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ucapnya ketika ditemui di sela-sela acara.

Dia telah memastikan, pemberian bantuan pendidikan ini tepat sasaran. Sebab, sudah ada tim dari Rumah Pancasila dan Klinik Hukum di Semarang yang melakukan survei.

Seperti; anak dari orangtua yang kerja serabutan, hanya tinggal di sepetak ruang kontrakan yang dihuni seluruh anggota keluarga, dan lain sebagainya.

“Kami juga sudah memastikan, biaya sekolah mereka menunggak beberapa bulan,” terangnya.

Menyuapi potongan kue ulang tahun kepada salah satu penerima bantuan pendidikan

Sementara itu, Kepala Seksi Pertamanan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Semarang, Aden Gilang, dalam sambutannya mengaku memberikan apresiasi kepada Rumah Pancasila yang masih mau memerhatikan masyarakat. Dia pun berharap ada komunitas lain yang juga melakukan hal-hal seperti ini.

“Rumah Pancasila, selain memberikan bantuan hukum dan sosial, juga mengedukasi tentang nilai-nilai Pancasila. Ini yang sangat diapresiasi,” ucapnya.

Dikatakan, selama ini Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi juga terus mendorong warganya agar selalu bergotong royong.

“Konsepnya selalu berbuat untuk sesama. Semoga ke depan, makin banyak masyarakat yang mau bergerak dalam memberikan santunan dan berbagi untuk sesama,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Aden mengajak masyarakat untuk ikut merawat taman. Jangan ada lagi vandalisme seperti merusak lampu, mencorat-coret dinding, dan tindakan lain yang merusak keindahan.

“Karena kalau taman itu indah, banyak yang datang. Yang jualan juga ramai. Jadi perlu kita jaga taman-taman kita,” tegasnya.

Sebagai pemeriah acara, Band Rumah Pancasila hadir membawakan tembang-tembang ciptaan sendiri. Lagu-lagu yang dilempar menceritakan tentang kehidupan Indonesia dan Pancasila.

Ada juga suguhan tari tradisional khas Aceh yang dibawakan puluhan penari asal Aceh yang tinggal di Semarang. Sejumlah doorprize pun dibagikan bagi pengunjung Taman Tirto Agung. (ajie mahendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here