Yosep Parera (kiri) mendampingi Siti Bariyah, di Kantor Law Firm Yosep Parera, Semarang Indah, Kota Semarang, Rabu 28/4/2021

SEMARANG — Seorang perias pengantin bernama Siti Bariyah (25) menggugat Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pasalnya, rekening miliknya berisi uang sekira Rp3,5miliar diduga kuat diblokir Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tanpa sebab yang jelas.

“Diblokir sejak 22 Februari (2021),” ungkapnya saat ditemui di Kantor Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Kota Semarang, Rabu 28 April 2021.

Warga Kecamatan Klego Kabupaten Boyolali itu menceritakan, dari awal tidak ada pemberitahuan sama sekali tentang pemblokiran rekening. Dia tahu ketika akan mengambil uang tetapi tidak bisa dilakukan.

Tak lama kemudian, dia sempat diperiksa penyidik Bea Cukai di Kota Semarang. Dikatakan, kalau rekeningnya dicurigai untuk pencucian uang kasus pelanggaran cukai rokok yang dilakukan kakak iparnya berinisial BK.

“Uang di rekening saya itu dari pembagian waris, hasil saya jualan beras dan penghasilan saya sebagai perias pengantin. Memang kakak ipar saya pernah transfer Rp500ribu tapi itu pada tahun 2019, itupun mengembalikan hutang,” lanjutnya.

Sebab itulah, dia merasa dirugikan dengan insiden ini. “Saya sehari-hari terpaksa pinjam uang karena uang saya tidak bisa diambil dari rekening,” katanya.

Gugatan itu sendiri sudah dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Semarang. Nomor perkaranya 133/Pdt.G/2021/PN.Smg teregister pada 17 Maret 2021 dengan klasifikasi perkara perbuatan melawan hukum.

Ada 3 pihak yang jadi tergugat; pertama Kementerian Keuangan Republik Indonesia C.q Direktorat Jenderal Bea Cukai C.q Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, kedua Bank Indonesia dan ketiga PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Yosep Parera selaku pengacara Siti Bariyah menegaskan penyitaan ini tidak sah.

“Karena rekening kakak iparanya itu sudah diblokir oleh pihak Bea Cukai yang isinya Rp1miliar. Kasus yang menjeratnya itu kerugian negaranya Rp320juta rupiah, kenapa ini (rekening Siti Bariyah) ikut-ikutan diblokir?” kata Yosep.

Yosep menjelaskan, perkara BK yang juga ditanganinya kini sudah didaftarkan pra peradilan di Pengadilan Negeri Semarang.

Kronologinya, BK ini terbukti melakukan pelanggaran di bidang cukai rokok dengan kerugian negara Rp141juta. Kemudian pada tahun 2020 divonis dan sudah inkracht pidana 1 tahun penjara dan denda Rp320juta rupiah subsidair 2 bulan penjara.

Hingga saat ini, BK sudah jalani pidana sekira 1 tahun. Tetapi dalam proses itu BK diperiksa lagi dalam dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh pihak Bea Cukai.

“Padahal TPPU ini tidak bisa dipisah sendiri-sendiri. Ini juga pelanggaran karena mereka (Bea Cukai) tidak punya penyelidik, yang punya penyelidik itu Polri. Ini adalah tindakan sewenang-wenang terhadap rakyat biasa,” tegasnya.

Pada bagian lain, Yosep Parera juga melaporkan 3 oknum penyidik Bea Cukai berinisial CKI, BS dan RR karena dugaan pelanggaran kode etik. Mereka, sebut Yosep, secara ilegal memeriksa kliennya di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Demak.

Pada 9 April 2021 Yosep mengirim surat ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng bagian pengawas penyidikan tembusan ke Kapolda Jateng.

“Kami laporkan juga ke Kemenkeu (Kementerian Keuangan) agar 3 oknum penyidik tersebut diberi sanksi, sekaligus kami minta mereka minta maaf yang dipublikasi di 3 media massa nasional,” tutup Yosep.

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here