FOTO RUMPAN.ID/AJIE MAHENDRA
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memeluk Bupati Jepara non-aktif Marzuki di Lapas Kelas I Semarang, Sabtu (17/8/2019). Marzuki ditahan di sana sebab tersangkut kasus korupsi.

SEMARANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Jawa Tengah sudah over kapasitas. Per 17 Agustus 2019, ada 13.161 orang yang mendekam.

Ririnciannya, tahanan 2.828 orang, narapidana 10.333 orang. Padahal kapasitas hunian hanya 8.197 orang. Jadi, overkapasitas 60 persen. Ini berdasarkan data yang diakses online dari website sistem database pemasyarakatan.

Fenomena ini membuka peluang petugas lapas untuk mengambil keuntungan. Pungutan liar (pungli) agar warga binaan mendapat tempat nyaman, misalnya. Karena itu, petugas sangat perlu menjaga integritas.

“Jateng selalu dititpi. Karena suk-sukan (desak-desakan), tidak bisa dijadikan alasan melakukan tindakan pungli atau mengurangi integritas dari petugas yang ada. Petugas juga harus perbaiki diri,” ujar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dalam acara pemberian remisi pada narapidana di Lapas Kelas I Semarang, Sabtu (17/8/2019).

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Sutrisman, menyebut pada peringatan kemerdekaan tahun ini, terhitung ada 6.556 orang narapidana di seluruh Jateng yang mendapatkan remisi.

Dengan pembagian Remisi Umum I dengan catatan tidak langsung bebas sejumlah 6.348 orang. Hal ini dikarenakan setelah dikurangi remisi masih menjalani sisa pidana. “Yang kedua Remisi Umum II yang bisa langsung bebas sebanyak 208 orang,” ucapnya.

Remisi itu diserahkan secara simbolis oleh Ganjar Pranowo, kepada dua warga binaan. Satu dari Lapas Kelas I Semarang, satu lagi dari Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang.

Setelah menyerahkan remisi secara simbolis kepada dua warga binaan, Ganjar menyapa Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kebumen, Adi Pandoyo dan Mantan Bupati Jepara, Marzuki yang mendekam di Kedungpane sebab kasus korupsi.

Pertemuan itu tidak terduga, karena acara berlangsung di aula sementara dua mantan pejabat tersebut berdiri di depan gedung. Marzuki yang masih mengenakan baju muslim, bersarung dan berpeci itu langsung menyalami Ganjar usai acara berakhir.

“Pak Marzuki di sini jadi imam masjid. Banyak juga mengajari ngaji warga binaan lain,” katanya.

Tidak jauh beda dengan Marzuki, Adi Pandoyo, mantan Sekda Kebumen, juga aktif. Dikatakan Ganjar, mereka tidak neko-neko. Apalagi Adi Pandoyo adalah rekan kuliah satu angkatan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

“Semoga beliau-beliau tegar dan tetap semangat. Tidak terlalu banyak yang bisa beliau ceritakan,” harapnya. (ajie mahendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here