FOTO RUMPAN.ID/AJIE MAHENDRA
Berikan sponsor: Pimred Rumpan.id, Erna didampingi Ketua Rumah Pancasila, Eka Setiawan ketika menerima tim Untag Law Fair yang akan menggelar debat nasional antarmahasiswa, Selasa (6/8/2019).

SEMARANG – Sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang merasa resah dengan fenomena ketatanegaraan di Indonesia yang dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Berangkat dari keresahan itu, mereka berencana menggelar debat nasional antarmahasiswa di Graha Kebangsaan Untag Semarang, 6-8 September 2019 mendatang.

Debat bertema ‘Nilai-nilai Pancasila Sebagai Parameter Perkembangan Ketatanegaraan di Indonesia’ yang menjadi rangkaian acara Untag Law Fair ini akan diikuti sejumlah masiswa dari 12 perguruan tinggi. Seperti dari Aceh, Bali, Bone, Malang, Jogjakarta, dan perguruan tinggi di berbagai penjuru Nusantara.

Koordinator Acara, Bagas Pangestu Pribadi menerangkan, debat akan mengulas 10 isu seputar implementasi Pancasila di Indonesia. “Karena hemat kami, nantinya pemangku kepentingan bisa membuat kebijakan atau regulasi yang tidak meleset dari nilai-nilai filosofi Pancasila,” ucapnya ketika mendatangi kantor Rumah Pancasila bersama tiga rekannya, Selasa (6/8/2019).

Pihaknya menilai, belakangan ini Pancasila mulai ditinggalkan, terutama di pergulatan politik nasional. Isu agama kerap digoreng untuk kepentingan golongan tertentu. Bahkan ada indikasi upaya memecah belah bangsa demi tujuan segelintir orang.

“Nilai agama sudah bukan lagi ranah privat, tapi digunakan untuk politik. Memang, agama harus menjadi landasan berpolitik. Tapi bukan mengolah isu agama yang sensitif. Politisasi agama ini bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” paparnya.

Lebih lanjut, Bagas menerangkan, dari debat nasional ini, akan dipilih 3 perguruan tinggi terbaik yang dinilai juri dari sejumlah praktisi hukum.

“Band Rumah Pancasila juga kami minta tampil di closing ceremony untuk memberikan inspirasi teman-teman mahasiswa,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Rumah Pancasila, Eka Setiawan memberikan apresiasi kepada tim Untag Law Fair karena mau mengajak anak-anak muda menyumbang pemikiran untuk kemajuan bangsa.

“Jadi ada gerakan bareng-bareng dari mahasiswa ke masyarakat luas untuk sama-sama membangun minimal menyumbang ide untuk ketatanegaraan di Indonesia terus menjadi lebih baik,” jelasnya.

Dia berharap, gerakan ini tidak berhenti pada debat saja. Ada langkah-langkah nyata lain yang terus dilakukan. “Bukan dari mahasiswa hukum Untag saja. Tapi universitas lain juga bisa melakukannya,” harapnya. (ajie mahendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here