Dokumentasi Rumpan.id
Perwakilan siswa dan orang tua siswa SD PL Bernardus Semarang mengadiri virtual graduation di tengah pandemi Covid-19 yang disiarkan secara live streaming channel Youtube SD PL Bernardus bekerjasama dengan Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Senin (15/6/20)

SEMARANG – Di tengah Pandemi Covid-19, SD Pangudi Luhur (PL) Bernardus Semarang menggelar acara perpisahan sekaligus pengumuman kelulusan secara virtual atau virtual graduation bagi siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2019/2020.

Pada tahun ini sekolah yang terletak di Jalan Dr. Sutomo Kota Semarang ini meluluskan sebanyak 176 peserta didik.

“Sesuai Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang kelulusan kelas VI Tahun Pelajaran 2019/2020, dengan menentukan kriteria kelulusan sesuai kebijakan pendidikan di masa pandemi ini, diputuskan SD PL Bernardus meluluskan 100% siswanya yang berjumlah 176 peserta didik,”ungkap Bruder Koordinator PL Bernardus  Agustinus Marjito FIC, M. Ed dalam sambutannya, Senin (15/6) sore.

Lebih lanjut Bruder Agustinus mengaku bahwa baru kali ini sekolah yang dipimpinnya, melaksanakan graduation celebration secara virtual dan disiarkan secara live streaming channel Youtube SD PL Bernardus Semarang dari sekolahnya yang berada dikawasan Tugu Muda itu bekerjasama dengan Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang.

Adapun tema yang diangakat dalam acara ini yaitu Lets Colour Indonesia And Make A Change. Dengan harapan apapun kondisinya tidak menghambat peserta didik yang dibimbingnya menjadi manusia yang mampu menjadi agen perubahan dalam membangun negara Indonesia ini menjadi lebih baik.

“Kami menyebut angkatan tahun ini adalah pejuang kemanusiaan, karena mereka memiliki tekat yang kuat walaupun kondisinya seperti ini. Mereka inilah agen perubahan yang nyata,” terangnya.

Acara yang hanya boleh dihadiri perwakilan siswa, orang tua, guru dan koordinator sekolah itu memberikan kesempatan kepada Luna Putri Kinasih perwakilan siswa untuk memberi sambutan mewakili teman-temannya.

Dari atas podium, tanpa ragu Luna menyampaikan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada para Bruder dan juga Bapak/Ibu guru yang selama ini sudah membimbing dirinya bersama teman-tamannya dengan sabar dari kelas 1 sampai kelas 6.

“Dulu kami tidak bisa apa-apa, sekarang kami sudah bisa membaca dan menulis, kini kami sudah akan melajutkan mewujudkan cita-cita kami, ijinkan kami untuk terus berjuang” ungkap Luna.

Dalam sambutannya Luna juga tak lupa menyapa teman-temannya yang turut menyaksikan acara tersebut dari rumah masing-masing.

“6 tahun sudah kita selalu bersama, belajar bersama, bermain bersama penuh canda tawa, sungguh semua itu tidak akan pernah terlupakan,” katanya.

Diakui Lina, memang berat rasanya acara perpisahan kali ini, karena tidak bisa berkumpul bersama teman-temannya. Namun dirinya meyakini bahwa persahabatan dan persaudaraan yang telah mereka jalin akan abadi.

“Teman-teman, sekalipun perpisahan kali ini kita tidak dapat berkumpul dan berjabat tangan, tapi yakinlah kita tetap dapat menjalin persahabatan dan persaudaraan ini hingga kapanpun,”tandasnya.

Pada kesempatan lain Ketua Panitia Penglepasan Siswa Tahun Pelajaran 2019-2020 Adrianus Baskoro S.IP, S.Kom menyebut konsep acara perpisahan kali ini memang dikemas beda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini karena melihat kondisi saat ini, di mana banyak sekali masyarakat yang terpuruk secara ekonomi dampak pandemi Covid-19, maka dana sponsor yang sudah terkumpul tersebut, dialihkan untuk dana bantuan sosial.

Pihaknya mengaku bahwa panitia perpisahan sudah menyiapkan sebanyak 550 paket sembako yang akan disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan diserahterimakan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Kami sudah menyiapkan sebanyak 550 paket sembako, dan rencananya Kamis (18/6) pukul 10.00 WIB akan kami serahkan secara simbolis kepada Bapak Gubernur Jateng, Pak Ganjar Pranowo untuk kemudian dibagikan kepada warga yang membutuhkan,” jelas Barkoro.

Ketua Panitia menegaskan kepada para peserta didik dan juga para orang tua agar bisa menerima dan memahami dengan konsep yang telah dibuatnya, melalui cara ini dirinya mengajak kepada semua pihak untuk mau berbagi dengan sesama, terpenting saat kondisi seperti ini.

“Tema bantuan Paket Sembako ini kami sebut dengan slogan “Pestane Nyumbang Wae, Bernadian Berbagi, hal ini sekaligus untuk melatih para siswa untuk mau berbagi dengan sesama” pungkasnya. (Nanda Kohar dan Erna Virnia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here