DOKUMENTASI RUMPAN.ID
Mega Herawati, Mahasiswi Universitas Sebelas Maret Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Melaksanakan program “Sijali Project” di Desa Singojayan RT3/RW2 Kota Salatiga. awal Juli 2020

SALATIGA — Pandemi virus corona berdampak kepada segala sektor, tak terkecuali ke sistem pendidikan di Indonesia. Kebijakan pemerintah diambil, salah satunya belajar dari rumah. 

Di satu sisi, ada pelajar yang bisa memanfaatkan kebijakan itu dengan baik, sebab punya sarana dan prasarana memadai. Orangtua juga bisa memantau langsung.

Tapi di sisi lain, ini jadi tidak efektif ketika sarana dan prasarana pendukungnya tak memadai. Misalnya; selain fasilitas gadget dan internet juga mengemas belajar dari rumah agar tidak membosankan.

Hal itulah yang dilihat Mega Herawati, Mahasiswi Universitas Sebelas Maret Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Dia membuat program bernama “Sijali Project”. Program yang dilaksanakan di Desa Singojayan RT3/RW2 Kota Salatiga.

“Sijali itu akronim dari Singojayan Peduli Literasi,” ungkapnya melalui siaran pers yang diterima rumpan.id awal Juli ini.

Kegiatan itu semacam membuat perpustakaan mini, berupa kotak buku sederhana dan bergilir tiap minggunya dari rumah ke rumah warga. Proyek ini juga merupakan luaran dari program kerja KKN Covid-19 yang digarap Mega, di bawah bimbingan Dr.rer.nat. Nurhadi, S.Ant, M.Hum yang tak lain Dosen UNS, sejak (27/05/2020).

“Kami ingin menghidupkan budaya membaca bagi anak-anak, serta meningkatkan literasi pada masyarakat desa,” lanjutnya.

Kegiatan semacam ini, selain menyenangkan, ungkap Mega, juga bermanfaat ke depan. Dia berkomitmen akan terus berusaha melanjutkan gerakan Sijali Project ini meski KKN Covid-19 telah selesai nantinya.

Tukar Buku

Mega menjelaskan, teknis proyek ini, dia seminggu sekali berkeliling dari rumah ke rumah lain untuk meminjam dan mengambil buku untuk dibaca.

Tapi, jika belum seminggu sudah selesai dibaca, bukunya bisa diganti dengan cara datang ke rumahnya untuk ditukarkan buku baru. 

Mega menilai, kegiatan yang sudah berjalan sekira 2 pekan ini cukup berdampak mengurangi penggunaan gadget alias gawai yang berlebihan dan meningkatkan minat baca anak. Parameternya dari antusiasme anak-anak yang banyak menukarkan buku walaupun belum ada seminggu.

Dia juga mengadakan kegiatan lomba mendongeng untuk ibu dan anak di Dusun Singojayan Salatiga itu. Tujuannya juga untuk membangun kesadaran literasi. Lomba dilakukan dengan cara daring dengan mengirimkan video ataupun secara langsung.

Lewat program ini Mega juga punya misi mengumpulkan bahan bacaan yang berkualitas. Buku-buku yang didapatkan, sejauh ini berasal dari sumbangan kenalannya. 

“Namun, bacaan seperti buku dongeng, buku pengetahuan umum anak, majalan anak, dan buku pendamping belajar masih kurang dan masih terus membuka donasi melalui Instagram @sijali.project,” tutup Mega.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here