Foto: Dokumentasi Humas Polda Jateng
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi saat sambutan dalam kunjungan kerjanya di Pendopo Pengayoman kompleks rumah dinas Bupati Temanggung, Kamis (28/5/2020)

TEMANGGUNG – Penanganan Covid-19 memerlukan kekompakan dan sinergisitas antarlembaga terkait, baik TNI, Polri maupun Pemerintah Daerah setempat.

Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali menyebut, saat ini tercatat 54 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Temanggung. Sebanyak 24 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan selebihnya atau 30 orang masih dalam perawatan.

“Penanganan Covid-19 di Kabupaten Temanggung berjalan dengan kompak antara TNI, Polri dan Pemda serta instansi terkait,” kata Ali saat menerima kunjungan kerja Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi dan Pangdam IV/ Diponegoro Mayjend Muchamad Effendi di Pendopo Pengayoman kompleks rumah dinas Bupati Temanggung, Kamis (29/5).

Dia menilai, penanganan covid yang dijalankan satuan gugus tugas sudah baik. Sejauh ini, tidak ada insiden penolakan warga terhadap jenazah maupun orang yang terkonfirmasi positif covid.

Kapolres juga melaksanakan paparan melalui Tactical Floor Game (TFG) tentang langkah antisipasi apabila terjadi perubahan skala dalam penanganan Covid-19.

Sementara itu, rombongan Kapolda dan Pangdam diterima Bupati Temanggung M Al Hadziq serta Dandim dan Kapolres se-eks Keresidenan Kedu.

Kapolda menyatakan, TFG merupakan kesiapan Polda Jateng dalam menghadapi kemungkinan kerawanan yang terjadi.

“Dalam penanganan Covid-19 kita harus kompak dengan instansi samping, mulai dari tahapan merah 1, 2 sampai 3 personel harus siap,” kata Kapolda.

Dia juga megingatkan untuk jalur komunikasi dan transportasi harus jelas dan terkoordinasi dengan baik. Sehingga dalam penanganan peningkatan tiap tahapan dapat segera tertangani secara cepat.

“Gunakan teori preventif dalam penanganan Covid-19 dan jangan lupa Mako Polres maupun Polsek wajib aman,” ujarnya.

Sementara itu Pangdam IV Diponegoro menyampaikan untuk masing-masing personel maupun instansi yang terlibat penanganan Covid-19 harus benar-benar siap dalam menghadapi kejadian.

Hal ini dikarenakan peningkatan eskalasi dari kategori merah 1, 2 dan 3 tidak akan terjadi apabila penanganan dapat dilakukan secara dini.

“Covid-19 belum ada vaksinnya, maka mari kita laksanakan protokol kesehatan dengan ketat dengan hidup bersih dan sehat, jaga jarak, cuci tangan serta wajib memakai masker apabila bepergian,” sebutnya.

Pangdam mengungkapkan, sesuai perintah presiden, TNI/Polri akan diterjunkan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam penanganan pandemi ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here