FOTO RUMAPAN.ID/EKA SETIAWAN
Kepala Rutan Kelas IIB Batang, Yusup Gunawan, di Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (30/7/2019)


SEMARANG – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Batang siap membuka pondok pesantren angkatan kedua. Pondok pesantren khusus warga binaan pemasyarakatan (WBP) alias narapidana (napi) yang diberi nama Darul Taubah ini sengaja dibuat untuk mendalami agama Islam, layaknya santri.

Kepala Rutan Kelas II B Batang, Yusup Gunawan menjelaskan, rencana perluasan tahap kedua ini karena melihat perkembangan 73 warga binaan yang menjadi santri di angkatan pertama.

“Sudah setahun ini warga binaan yang ikut pesantren, bisa baca Alquran. Padahal dulu tidak bisa. Sekarang sudah beberapa juz,” terangnya ketika ditemui rumpan.id di Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (30/7/2019).

Rehabilitasi lewat pondok pesantren ini tidak melihat kasus yang membuat warga binaan mendekam di rutan. Meski begitu, tidak semua bisa menjadi santri. Ada tahapan seleksi, untuk memastikan warga binaan bisa mengikuti rehabilitasi pondok pesantren dengan baik.

“Seleksi ini untuk mempertimbangkan faktor keamanan dan motivasi mengubah diri. Saat ini di rutan kami ada 285 warga binaan,” terangnya.

Dikatakan Yusup, di angkatan pertama, ada 67 pendamping warga binaan yang ingin menjadi santri.

“Ada 67 orang yang memberikan rehabilitasi. Kami bekerjasama dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan Depag (Departemen Agama) Kabupaten Batang,” imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya tidak mengesampingkan penghuni rutan yang nonmuslim. Mereka diberi kesempatan beribadah di gereja, dua kali seminggu. “Tetap kami sediakan (untuk ibadah, red). Total ada 7 orang yang Nasrani,” terangnya.

Sesuai nilai Pancasila, Rutan Batang memberikan hak bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan mengenal Tuhan. Bahkan memberi fasilitas. (ajie mahendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here