FOTO RUMPAN.ID/EKA SETIAWAN
Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Yosep Parera (empat dari kanan), memberikan statemen, di samping kirinya Kepala Kantor Bea Cukai Jateng-DIY, Parjiya, di Kantor Bea Cukai Jateng-DIY, Jalan Ahmad Yani Kota Semarang, Selasa (16/4/2019).

SEMARANG Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah (Jateng) – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan internal kepada pegawai Kantor Bea Cukai Kudus yang diduga melakukan penyiksaan kepada tiga warga Jepara ketika terjadi penindakan terhadap rokok yang diduga ilegal, Februari lalu.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng – DIY, Parjiya, mengatakan tim diturunkan ke Kudus pada Selasa (16/4/2019).

“Tim kepatuhan internal sudah diturunkan, pasti akan ada pemeriksaan kepada pegawai Bea Cukai Kudus yang diduga melakukan pelanggaran,” kata Parjiya saat memberikan keterangan di Kantor Bea Cukai Jateng-DIY, di Jalan Ahmad Yani Kota Semarang, Selasa (16/4/2019) sekira pukul 10.00 WIB.

Tiga warga yang mendapat penyiksaan dan penganiayaan itu masing-masing; Ahmad Sodik, Nursantoso dan Nanang. Mereka bertiga turut hadir pada pertemuan di Kantor Bea Cukai Jateng-DIY pagi itu.

Tiga orang itu adalah buruh pabrik rokok Yang diduga ilegal. Fakta mereka mendapat penyiksaan dan pelanggaran lain,  terungkap saat mereka dihadirkan jadi saksi persidangan praperadilan di Pengadilan Negeri Kudus, pekan lalu.

“Tentu kami akan proses segera, teman-teman tidak usah khawatir pasti akan ada pemeriksaan,” lanjut Parjiya.

Dia menjamin jika ada pegawainya yang terbukti melakukan pelanggaran atau kesalahan, tentunya akan mendapatkan sanksi sesuai tingkat pelanggarannya.

Di sisi lain, pihak Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY, sebut Parjiya, juga berterimakasih kepada Rumah Pancasila dan Klinik Hukum yang mau mendampingi perkara ini, termasuk menyerahkan dugaan pelanggaran yang diduga dilakukan pegawai Bea Cukai Kudus ini kepada pihak Kanwil Jateng-DIY.

Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Yosep Parera, mengemukakan pihaknya mendampingi perkara itu tujuannya agar para warga itu mendapat perlakuan yang seadil-adilnya.

“Dengan dilaporkannya ini kami anggap perkara ini sudah selesai, diharapakan Kakanwil bisa ambil sanksi (kepada mereka yang melanggar),”

tegas Yosep yang juga hadir pada pertemuan di Kantor Bea Cukai Jateng-DIY itu.

Selain itu, pihak Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, sebut Yosep, juga berharap ke depan tim dari Jateng-DIY itu bisa turun ke Jepara untuk memberikan sosialisasi kepada para pengusaha rokok di sana. Memberikan pemahaman tentang bagaimana legalitas dari sebuah usaha itu sangat penting, termasuk bagaimana mengurusnya. (eka setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here