FOTO RUMPAN.ID/ERNA VIRNIA
Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Yosep Parera, menemui kunjungan dari Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) di kantornya, Kota Semarang, Jumat (29/5/2020) siang.


SEMARANG – Hidup berbangsa dan bernegara harus punya andil meski secuil. Apalagi di tengah kondisi saat ini, Indonesia jadi salah satu negara terdampak Covid-19 di mana berdampak ke semua lini kehidupan, khususnya sektor ekonomi.

Akibat pandemi itu, banyak warga yang menjadi sulit untuk mendapatkan penghasilan. Sebabnya beragam, mulai dari pekerjaan yang sulit didapat, dirumahkan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Tak terkecuali di Kota Semarang, warga khususnya dari kalangan ekonomi kurang mampu, menjadi makin sulit untuk bertahan hidup. Uluran bantuan dari masyarakat penting dilakukan, tak hanya menunggu pemerintah turun tangan memberikan pelayanan.

Hal itu menjadi pembahasan saat pertemuan Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) dengan Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Jumat (29/5/2020) siang di Kantor Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Jalan Semarang Indah Blok D15/32, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.  

“Masyarakat perlu andil bersama-sama membangun negara, saya kira Yayasan Persadani berpotensi besar melakukan itu. Ambil contoh paling mudah, sama-sama turun ke masyarakat, melihat kemudian mendata mana-mana saja masyarakat yang perlu mendapatkan bantuan dengan segera,” kata Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Yosep Parera, saat menemui mereka.

Yayasan Persadani sendiri merupakan yayasan yang dibentuk dan dikelola oleh para mantan terpidana terorisme di Kota Semarang dan sekitarnya. Pada kunjungan siang itu, ada 3 orang dari Persadani yang hadir; Machmudi Hariono sebagai ketua dan dua anggotanya; Sri Puji Mulyo Siswanto dan Nur Afifudin.

“Contohnya turun ke masyarakat, melihat mana warga yang tidak bisa mengakses (pelayanan) kesehatan, pendidikan atau mereka yang tidak punya tempat tinggal yang layak, seperti tinggal di gerobak,” lanjut Yosep.

Yosep optimis Yayasan Persadani ini mampu melakukan itu. Sebab, menurut Yosep, para anggotanya merupakan orang-orang yang merasakan betul bagaimana pemerintah alpa melayani warganya hingga kealpaan orang-orang mampu secara ekonomi untuk berbagi.

“Ketika kita dilahirkan, Tuhan memberi tugas kepada kita, untuk apa? Untuk berbagi ke sekitar kita, melayani ciptaan Tuhan. Saat ini (di Indonesia) miskin contoh dan teladan, jadi kita harus berbuat sesuatu untuk menjadi contoh. Yang dicontoh itu tindakan, sekecil apapun,” tambah Yosep.

Sri Puji dari Yayasan Persadani menimpali, dari refleksi dirinya, saat ini semangat gotong royong masyarakat Indonesia seakaan pudar. Dia sendiri prihatin dengan keadaan seperti itu.

“Dulu waktu saya kecil sangat digaungkan sekali (gotong royong), saat ini memang perlu suatu contoh untuk bagaimana mengetuk jiwa gotong royong,” kata dia.

Sri Puji sendiri bercerita, di lingkungannya yakni RT3/RW11, Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, bersama warga dan ketua RT mendirikan Lumbung Peduli RT.

Tujuannya untuk memberikan bantuan kepada sesama warga yang butuh bantuan dengan segera, khususnya bahan makanan saat pandemi Covid-19 saat ini. Kegiatan kemanusiaan dari warga untuk warga.

Di lingkungannya, Sri Puji, membeberkan ada 45 Kepala Keluarga (KK) dalam satu RT, bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah yakni uang Rp600ribu per bulan hanya turun untuk 11 KK, artinya masih ada yang perlu mendapat bantuan, sebab tak semuanya merupakan warga mampu.

“Di Genuk (sekitar tempat tingalnya), banyak orang dirumahkan akibat pandemi Covid-19 ini, saya kira 2 hingga 3 bulan ke depan akan berimbas ke anak-anak mereka, terutama soal pendidikan,” tutupnya.

Di akhir pertemuan, mereka bersepakat segera turun ke lapangan untuk melihat secara riil kondisi masyarakat di Kota Semarang khususnya yang terdampak Covid-19 ini.

Akses bantuan akan diberikan, tentunya melihat kemampuan, sekaligus mencoba mengkomunikasikan dengan pemerintah daerah setempat agar mereka tersentuh pelayanan pemerintah.   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here