SEMARANG – Beberapa eks narapidana terorisme (napiter) yang tergabung dalam Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) berkomitmen pro aktif mewujudkan gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) damai.

Komitmen mereka disampaikan dengan deklarasi pengurus yayasan ketika bertemu jajaran Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Jawa Tengah, di Kota Semarang, Rabu (18/3/2020) malam.  

Ketua Persadani, Machmudi Hariono alias Yusuf, mengatakan deklarasi tersebut merupakan bentuk patisipasi yayasannya dalam membantu pemerintah daerah sekaligus ajakan kepada teman-temannya sesama mantan teroris untuk turut menciptakan suasana yang kondusif menjelang pilkada ini. 

“Intinya kami sebagai yayasan di pantura, Jawa Tengah pada umumnya, turut berkontribusi untuk mengajak dan menciptakan lingkungan yang damai dan sejuk,” terang Yusuf kepada rumpan.id.

Dia juga mengatakan melalui pertemuan ini, pihaknya akan mengadakan program-program kerja bersama pihak-pihak terkait terutama kepolisian dan pemerintah daerah terutama dalam hal sosialisasi deradikalisasi baik di kalangan pelajar, mahasiswa atau masyarakat.

“Jadi sosialisi ini bukan hanya di luar tetapi juga kepada teman-teman teroris yang masih di dalam penjara, harapannya agar bisa kembali mencintai NKRI dan diterima kembali di masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat IV Dit Intelkam Polda Jateng, AKBP Wirasto Adi Nugroho, yang turut hadir mengatakan, pertemuan antara polisi dengan mantan napiter ini merupakan ajang silaturahmi dan menyamakan program seiring dengan situasi dan kondisi menjelang pilkada 2020.

Dia berharap, menjelang pelaksanaan dan paska pilkada serentak bulan September nanti kondisinya tetap berjalan dengan lancar dan kondusif.

“Dengan pertemuan ini, saya harap kita dapat bersinergi  dan saling menyamakan prrogram serta dukungan terkait tugas-tugas kita, karena tahun ini lumayan padat, yang paling jelas pasti pilkada serentak bulan September nanti”, ungkap terangnya.

Di Jawa Tengah, gelaran pilkada serentak itu meliputi 21 wilayah kabupaten/kota, termasuk Kota Semarang.

Wirasto juga menuturkan selain dengan Yayasan Persadani ini, sebelumnya ia juga sudah mengadakan kunjungan dengan yayasan mantan teroris lainnya di Solo dan sekitarnya.

“Jadi sebelumnya saya juga berkunjung ke teman-teman kita Yayasan Gema Salam di Solo Raya, intinya sama dengan kegiatan ini, silaturahmi dan bersinergi untuk program ke depannya,” tutup Wirasto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here